Rangers 2010

Yuk isi kegiatan puasa kali ini dengan kebaikan, daripada bengong ntar mikirin yang nggak-nggak lagi

Ta'aruf Junior Rohis Angkatan 2010/2011

Alhamdulillah, ada peningkatan, semoga peningkatannya bukan soal kuantitas, tetapi juga kualitas, amin

Rabu, 28 April 2010

Ubuntu sabily


Postingan kali ini sebenarnya ditujukan untuk ‘seseorang’ yang terputus diskusinya sore kemarin dikarenakan saya harus mengajar. Sebenarnya ‘beliau’ mempertanyakan saja kenapa saya menggunakan linux. Nah, untuk menyambungkan lagi bahasan, meski toh kita dapat saja selalu bertemua untuk membahasnya lagi, maka sementara saya tuliskan saja dulu disini, karena keterbatasan waktu, mungkin tulisan ini saya buat bersambung, (karena pagi ini saja, saya mempostingnya disela-sela persiapan acara perpisahan sekolah).

Yang Pertama adalah : Kehalalan.

Banyak tulisan sebenarnya yang ‘memfatwakan’ tentang pemakaian software ilegal. Sebenarnya bukan softwarenya yang ilegal, atau software selain FOSS itu adalah ilegal, tetapi cara memperoleh softwarenya itulah yang ilegal. Sah-sah saja kita menggunakan software berbayar, asal kita benar-benar membayar lisensinya, bukan dengan cara mengkopi, menggunakan crack, atau yang sering dikenal dengan kata-kata membajak.

Sebenarnya ada hukum-hukum yang akan kita langgar ketika menggunakan aplikasi yang didapat dengan tidak resmi, yaitu: Undang-undang No. 19/2002 tentang Hak Cipta dan Hukum-hukum Agama Islam.

Dalam undang-undang No. 19/2002 ini, pemerintah melindungi antara lain hak cipta atas program/ piranti lunak komputer, buku pedoman penggunaan program/piranti lunak komputer dan buku-buku (sejenis) lainnya.

Hukumannya sebagaimana pasal 72 ayat 3 UU Hak Cipta tersebut berbunyi, “Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)” .


Dalam hukum Agama, sebagaimana fatwa MUI, Nomor: 1/MUNAS VII/MUI/5/2005, Tentang PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) dalam Musyawarah Nasional VII MUI, pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H. / 26-29 Juli 2005 M., menetapkan bahwa : Setiap bentuk pelanggaran terhadap HKI, termasuk namun tidak terbatas pada menggunakan, mengungkapkan, membuat, memakai, menjual, mengimpor, meng-ekspor, mengedarkan, menyerah-kan, menyediakan, mengumumkan, memperbanyak, menjiplak, memalsu, membajak HKI milik orang lain secara tanpa hak merupakan kezaliman dan hukumnya adalah haram.


Di tingkat internasional, fatwa serupa juga dapat dilihat pada qoror Majma` Al-Fiqh Al-Islami no.5 pada Muktamar kelima 10-15 Desember 1988 di Kuwait,Sebuah forum yang terdiri dari para ulama kontemporer yang bermarkaz di Jeddah Saudi Arabia. :

Ketetapan (Qoror) dari Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami menyebutkan bahwa secara umum, hak atas suatu karya ilmiyah, hak atas merek dagang dan logo dagang merupakan hak milik yang keabsahaannya dilindungi oleh syariat Islam. Dan merupakan kekayaan yang menghasilkan pemasukan bagi pemiliknya. Dan khususunya di masa kini merupakan `urf yang diakui sebagai jenis dari suatu kekayaan dimana pemiliknya berhak atas semua itu. Boleh diperjual-belikan dan merupakan komoditi.

Jadi, kalaulah kita mau jujur dengan hukum syariat Islam , maka menggunakan produk software bajakan termasuk hal yang dilarang dalam syariat. Karena biar bagaimana pun hak ciptanya ada pada perusahaan tersebut. Dan rasa-rasanya tidak mungkin kita menggunakan hal-hal yang haram untuk berbuat kebaikan, atau menyampaikan kebaikan-kebaikan. Logikanya, kan nggak mungkin kita membersihkan makanan yang akan kita berikan kepada orang lain, tetapi mencucinya dengan air yang kotor.

Sebagai seorang muslim, kita tentunya harus konsekuen dengan nilai-nilai dan hukum-hukum Islam. Jangan sampai perilaku kita yang tidak mencerminkan nilai-nilai keIslaman, lantas dianggap sebagai perilaku ummat Islam secara keseluruhan oleh orang-orang di luar Islam. Jadi itulah alasan mengapa kemudian berpindah ke FOSS (Free/Open Source Software), karena disini keimanan kita dipertanyakan.


Sumber: sepenggal.wordpress.com

Senin, 26 April 2010

Ruang diskusi


Minggu, 14 Februari 2010

Valentine Day?? Of Course NO!!!

“Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya, "Siapa 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani."” (HR. Bukhari)

Pada minggu ke-2 Februari, anak-anak remaja maupun orang tua, melakukan apa yang disebut dengan hari kasih sayang. Hari yang lebih popular dengan hari Valentine menjadi salah satu hal yang tak asing lagi. Terutama kalangan remaja, mereka membeli coklat sebagai tanda kasih saying mereka kepada orang yang mereka sayangi. Namun apakah mereka tahu bahwa itu bukanlah bagian dari Islam?

Berbicara tentang kasih sayang, sebenarnya kasih sayang itu tak terputus dari Allah. Hal yang disebut dengan rahmat itu tak ada putusnya (unlimited). Rahmatnya itu meliputi segala nikmat yang diberikan di dunia, baik itu air, rezeki dan udara. Kesemuanya itu merupakan pemberian dari Allah yang tergolong “gratis”. Mengapa gratis? Kok nggak bayar? Kalau kita disuruh membayar setiap udara yang kita hirup, maka setiap makhluk lebih memilih tidak bernafas dan kemudian menemui ajal karena tak sanggup bayar (utang??).

Selain itu Allah menyayangi orang-orang beriman. Hal ini berbeda dengan kaum kafir yang hanya dikasihi di dunia namun di akhirat tak selamat (Na’udzubillah).

Nah, sekarang balik lagi ke inti. Sebenarnya apa itu Valentine Day?

Well, Valentine Day adalah hari dimana bagi kaum kafir untuk mengingat kematian pendeta mereka, St. Valentine. Dia dihukum mati karena menikahkan muda-mudi dibawah umur (lho??). Ia dihukum mati karena ia melanggar kebijakan raja Romawi yang pada saat itu melakukan Perang Salib. Raja pada saat itu melarang muda-mudi untuk menikah karena mereka dibutuhkan untuk terlibat dalam perang untuk memperebutkan daerah suci (Baitul Maqdis dan sekitarnya).

Nah, hal yang patut diperhatikan dari kisah diatas adalah menikahkan muda-mudi dibawah umur. Bolehkah begitu? Lantas apa yang akan mereka makan kalau udah nikah? Hal ini berujung kepada mudharat, karena pasangan itu akan mengalami kesulitan hidup. Hal ini merupakan hal yang harus dihindari. Allah berfirman:

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS An Nur: 32)

Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa untuk pernikahan dibawah umur hukumnya tidak boleh. Mereka belum layak untuk berkeluarga. Hal ini disebabkan oleh sikap mereka yang belum matang, masih bergantung pada orang tua (kebanyakan anak begitu) dan pada saat-saat seperti itu mereka lebih rentan untuk melanggar aturan karena sikap dan perilaku mereka itu.

Oleh karena itu, kita tidak perlu melakukan hari Valentine, karena kasih sayang itu sudah menjadi umum dalam kehidupan sehari-hari. Kepada orang tua, teman maupun saudara, berkasih sayanglah, sebagaimana sabda Rasulullah.

“Barangsiapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah.” (HR. Bukhari)

Hal ini jelas bahwa kasih sayang itu tak tergantung pada waktu. Kasih sayang itu tidak terbatas. Cuma saja caranya beragam, dan lebih baik nabung daripada hambur-hambur uang untuk perayaan Valentine.

Minggu, 06 Desember 2009

Muhasabah, Beruntung atau Merugi??

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS 59:18)

Sebelumnya mohon maaf atas keterlambatan posting karena ada urusan administrasi (???)

Sudahkah kita menyiapkan untuk hari esok?? Hal itu menjadi pertanyaan yang jawabannya nggak konsisten. Kalo kita bilang sudah ada, mestinya ada bukti tanda dari persiapan yang kita lakukan. Jika tidak, maka bercabang dualah arahnya, yaitu tetap begitu saja atau menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Akhirnya dari pertanyaan tersebut didapat dua arah, yaitu menjadi lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya. Jika lebih baik maka kita termasuk orang yang beruntung, jika tidak maka kita menjadi orang yang merugi.

Orang beruntung itu nggak dilihat dari harta, tetapi amalannya. Harta hanya sarana untuk mendapatkan keberuntungan. Terbukti, orang yang tajir alias kaya akan merasa kurang kalo nggak seimbang dengan spiritualnya. Orang pelit akan selalu takut dengan hartanya karena ia diperbudak oleh hartanya, orang dermawan akan kebingungan kemana ia memberi sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan. Itu kalau orang dermawan tersebut jarang shalat, tapi kalo rajin shalat dan ke masjid, dia akan semakin lancar sedekahnya.

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung." (QS 59: 19-20)

Ayat diatas memberitahukan bahwa orang akan terbagi dua jalannya di hari esok, yaitu jalan kebaikan atau jalan keburukan. Dan bagi orang yang beruntung itulah yang berbeda dengan orang yang merugi tersebut. Orang yang beruntung itu pada dasarnya adalah orang yang diridhai Allah segala perbuatan dan amalannya, dan ia tidak membanggakan diri dalam melakukan ibadah tersebut. Semuanya itu diniatkan karena Allah.

Lain halnya dengan orang yang tak maju-maju, mereka hanya sudah merasa pas dengan apa yang mereka miliki dan tak perlu untuk melakukan perubahan untuk maju. Mereka hanya berfikir untuk kehidupan dunia saja, tidak memikirkan untuk kehidupan akhirat.

"Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi." (QS 16:107-109)

Mereka yang telah dikunci hatinya untuk kehidupan dunia saja, mendapat azab dari Allah. Itulah golongan mereka yang merugi. Kalaupun mereka beramal, amalannya hanya seadanya saja. Hadits Rasulullah

"Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi." (HR. An-Nasaa'i dan Tirmidzi)

Jadi, yang mana yang akan kita pilih, kebaikan atau keburukan, hal itu tergantung pada diri kita sendiri dan bagaimana cara kita melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tak dapat dirasakan secara cepat. Perlahan tapi pasti kita akan merasakannya.

Rabu, 02 Desember 2009

Qurban, Bukti Pengabdian Kepada Allah

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." " (QS Ash Shaaffaat: 102)

Kutipan ayat diatas menyebutkan bahwa bakti seorang hamba kepada Allah akan apa yang diperintahnya harus dikerjakan. Dan dari apa yang kita baktikan itu akan mendapat hasil yang sesuai dengan apa yang kita kerjakan. Sebagaimana kisah penyembelihan Nabi Ismail alaihissalam oleh Nabi Ibrahim alaihissalam diatas, Allah menyuruh Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail lewat perantaraan mimpi. Kemudian Nabi Ibrahim menyampaikannya kepada Nabi Ismail, dan ia (Nabi Ismail) pun menjawab bahwa apa yang diperintah Allah hendaklah dikerjakan.

Akhirnya Allah memberi balasan yang sesuai dengan pengorbanan yang dilakukan oleh sang anak tersebut dalam lanjutan ayat diatas.

"103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
109. (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim."
110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. "
(QS Ash Shaaffaat: 103-110)

Dari ayat diatas menunjukkan bahwa setiap apa yang dikerjakan atas nama Allah pasti akan mendapat balasan yang sesuai dari Allah juga. Begitu pula halnya dengan qurban yang kita laksanakan. Qurban yang kita laksanakan ini merupakan perintah Allah bagi kita yang telah diberi Allah nikmat, baik itu nikmat lahiriah maupun bathiniah. Adapun perintah qurban kepada kita adalah pada surat Al Kautsar ayat 1-3.

"1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. 2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. 3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus."

Jelas bahwa pada ayat kedua Allah memerintahkan kepada kita tentang pelaksanaan qurban. Sebagaimana halnya zakat fitrah di bulan Ramadhan merupakan salah satu perintah Allah atas karunia rezeki yang kita terima. Dan sasaran dari qurban itu adalah penyetaraan kesejahteraan atas apa yang kita rasakan selama ini. Dan sudah tentu sasarannya adalah kaum yang kurang beruntung karena himpitan ekonomi.

Hal itulah yang menjadi dasar bagi SMAN 8 Pekanbaru untuk mengadakan qurban. Karena nikmat yang diberikan itulah setiap Muslim wajib membalasnya dengan mengabdi kepada Allah.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites